SIRKUIT PUNCAK MARIO, SAAT MALAM MENJADI SIANG

SIRKUIT PUNCAK MARIO, SAAT MALAM MENJADI SIANG

SIRKUIT PUNCAK MARIO, SAAT MALAM MENJADI SIANG

SIDRAP (DP) – Sidrap Prix Night Race (SPNR) merupakan ajang balapan yang ditunggu-tunggu oleh para pebalap, khususnya pebalap yang berasal dari Indonesia Bagian Timur.

Pasalnya balapan yang memasuki seri ketiga di sirkuit RMS Puncak Mario, Sidrap Sulawesi Selatan (28/8) ini, lokasinya lebih dekat bagi pebalap di wilayah Timur Indonesia ketimbang balapan di Pulau Jawa.

Selain itu pesona sirkuit yang mirip sirkuit Losail Qatar ini, mampu mengubah balapan malam menjadi terang benderang, berkat 870 tiang lampu yang setiap tiangnya punya daya 500 watt. Tak hanya itu, keunggulan SPNR ini membuka dua kelas yang bisa menjadi ajang try out bagi pebalap yang akan bertarung di ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON), cabang olah raga balap sepeda motor yang sedianya berlangsung bulan September tahun ini di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya.

“Tahun ini memang kami membuka kelas yang bisa dijadikan sebagai persiapan bagi para pebalap yang akan bertarung di PON, hal itu dimulai sejak seri pertama bergulir. Karena kami melihat, persiapan pebalap untuk menghadapi PON hanya sedikit, praktis mereka hanya bisa mempersiapkan diajang Pra PON saja,” ungkap Rusdi Masse, Bupati Sidrap.

Asiknya, motor balap yang spesifikasinya mirip motor balap yang dipakai di PON disediakan oleh pihak penyelenggara, yang bisa digunakan bagi pebalap yang bertarung di kelas bebek 150 cc standar open (SPNR 3) dan bebek 125 cc standar open (SPNR4).

Dengan begitu, pebalap bisa lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi dengan motor. Terlebih pebalap yang selama ini bergabung dengan tim Yamaha, pasalnya motor yang akan digunakan di ajang PON itu adalah Honda Sonic 150R untuk kelas bebek 150 cc, dan Honda Blade 125 untuk kelas bebek 125cc.

“Event ini sangat membantu bagi saya untuk beradaptasi, karena saya yang biasanya balap pakai motor Yamaha RX King selama musim ini, harus menggeber Honda Sonic ketika bertarung di PON. Tentu posisi ridingnya yang berbeda, memerlukan proses bagi saya untuk dapat menaklukkan Honda Sonic di PON mendatang,” pungkas Richard Taroreh pebalap yang akan membela provinsi Papua Barat. [dp/Hml]

Sumber: MAJALAH OTOMOTIVE. Www.dapurpacu.com

admin

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close