Perjalanan panjang "RMS adalah Kita" dan "Majuki Bosku"

Perjalanan panjang "RMS adalah Kita" dan "Majuki Bosku"

Perjalanan panjang “RMS adalah Kita” dan “Majuki Bosku”

RMSNews :  Perjalanan panjang tentang rumor Rusdi Masse, Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel apakah ikut bertarung di Pilgub Sulsel atau tidak akhirnya terjawab. Hampir setahun, pasca pelantikan RMS sebagai ketua DPW Partai Nasdem rumor tentang dirinya akan maju di Pilgub menjadi wacana bagaikan cendawan yang tumbuh di musim hujan. Meski, tak sekalipun RMS pernah menyatakan dirinya akan ikut bertarung. Hingga akhirnya,   Rabu 16 Agustus 2017, RMS menegaskan kepada public bahwa dirinya tidak akan  ikut bertarung baik sebagai bakal calon gubernur maupun sebagai bakal calon wakil gubernur. Inilah penegasan setelah hampir  setahun, public mengira RMS akan ikut menjadi salah satu kontestan Pilgub 2018.

"saya hanya sekali bilang. Pada saat menghadiri peresmian Rumah Kita di jalan Hertasning. Bahwa, jika Cakka tidak terpilih mewakili IYL maka saya bersedia” cerita RMS, di Pangkajenen Sidrap. Namun kalimat itu pun jika ditelaah dengan cermat,  RMS telah memperlihatkan sikap politiknya yang matang serta penghargaan dirinya secara pribadi terhadap IYL, mantan bupati Gowa dua periode tersebut.  Seperti kata Irman Yasien Limpo, bahwa RMS itu menggunakan nuraninya dalam berpolitik.

 

Semenjak RMS gencar  melakukan sosialisasi sebagai Ketua DPW Partai NasDem yang baru, maka entah dari mana saja tiba tiba riuh tentang dirinya akan bertarung di Pilgub terus bermunculan. Wacana dan rumor berkembang dari media hingga ke warung kopi. Lalu secara spontan, sejumlah pemuda dan pemudi membentuk kelompok atas nama Relawan Muda Sulsel disingkat RMS, persis sama akronim penggalaan panggilan akrab bupati Sidrap ini. Termasuk terbentuknya Srikandi RMS serta RMS Community. Melirik aktivitas itu, tentulah masyarakat menilai bahwaa RMS akan ikut bertarung di Pilgub 2018. Sebab bukankah selama ini, pola pola seperti itu digunakan oleh para calon gubernur maupun calon bupati apalagi kepala daerah. Termasuk taghline “Majuki Bosku”, RMS adalah Kita, Yang Muda Itu RMS serta taghline lain menghiasi media umum serta media sosial. Dari komunitas otomotive pun tak ketinggalan mendorong RMS ikut bertarung.

 

Akan tetapi RMS memilih diam  seribu Bahasa. Dirinya tetap gencar ke daerah daerah menggelar road show bersama NasDem. Mulai pelantikan pengurus Nasdem, kegiatan sosial, Rakerda hingga deklarasi calon kepala daerah usungan partai Nasdem. Beragam cara dilakukan oleh RMS membawa rombongan Nasdem. Mengikut sertakan mobil mobil mewah serta menggelar event spektakuler di Makassar kerapkali dilakukan oleh suami Fatmawati, anggota DPR RI ini. Mungkin, cara RMS inilah kemudian publik menyimpulkan bahwa Bupati yang sukses menekan angka kemiskinan di Sidrap ini banal ikut bertarung di Pilgub Sulsel. Sebab secara berbarengan, NH, IYL, AAN serta NA, atau bahkan Rivai Rais aktiv sosialisasi memperkenalkan diri sebagai bakal calon gubernur Sulsel. Boleh disebut, RMS pendatang baru dalam dunia blantika politik secara general di Sulsel, maka public  serta pengamat pun redaksi sarankan agar melakukan pendekatan yang baru dalam menelaah perjalanan strategi RMS ini. Bukan melihat hari ini, akan tetapi lihatlah sepekan kemudian atau sebulan kemudian.

 

Suatu waktu ketika Ketua Umum DPP Partai NasDem ke Makassar, Surya Paloh. Bos Metro TV itu sempat bertanya kepada RMS akan kesiapannya dia untuk maju di Pilgub Sulsel. Di situ, ada pula Jeanetta Sudnuaji, Ketua Bidang OKK Partai NasDem. “Ketum, saya hanya berniat membesarkan partai. Tidak berpikir untuk menjadi gubernur atau wagub”, begitu penyampaian RMS yang membuat SP panggilan akrab Surya Paloh kaget termasuk Jeanetta. Walaupun hingga saat ini, baik Surya Paloh maupun DPP NasDem masih berharap RMS berubah pikiran pasca RMS kembali menegaskan dirinya untuk keduakalinya, menolak ikut bertarung di Pilgub Sulsel dihadapan para pengurus DPP NasDem.

 

Taka da yang bisa memastikan langkah politik RMS ke depannya, kecuali dirinya sendiri melalui beragam strateginya. Akan tetapi, dengan penegasan untuk tidak ikut bertarung di perhelatan Pilgub Sulsel 2018, ini dapat mengisyaratkan bahwa RMS sangat menghargai para seniornya yakni Ichsan Yasien Limpo, Nurdin Halid, Nurdin Abdullah serta Agus Arifin Nu’mang. Sebagai yunior dari mereka, terkesan RMS mempersilahkan lebih dahulu kepada seniornya untuk mengenyam posisi pemerintahan di tingkat provinsi ini.

Adityaputri

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close