Catatan Redaksi: Arus Demokrasi Telah Menyeret RMS

Catatan Redaksi:  Arus Demokrasi Telah Menyeret  RMS

Catatan Redaksi: Arus Demokrasi Telah Menyeret RMS

RMS-News : Rusdi Masse, Bupati Sidrap tiba tiba saja melejit kurun waktu enam bulan terakhir ini. Dimulai saat dirinya didapuk oleh Surya Paloh menahkodai Partai NasDem Sulawesi Selatan sebagai Ketua DPW part pemilik Bos Metro TV itu. Bermula dari sebagai pilot NasDem di lumbung Partai Golkar inilah, RMS melejit bagai roket. Setiap aktivitasnya, dilirik oleh media untuk menjadi bahan berita mereka.

Sosok RMS sebelumnya hanya berkutat pada aktivitasnya sebagai Bupati Sidrap selama dua periode. Selama itu pula, RMS lebih memilih berdiam diri di kampung halamannya, ketimbang mengikuti pejabat pejabat lainnya yang menjadi langganan media hingga media nasional. RMS tetap mengabdi pada daerahnya dan memilih menghindari dari berita berita apalagi pencitraan di media.

Akan tetapi seiring perubahan waktu, sebuah tuntutan zaman memaksa RMS Hijrah dari partai Golkar ke Partai NasDem. Tak banyak alasan mengapa ia memilih partai NasDem. ia selalu menyebutnya, mengalir begitu saja tanpa ada pemikiran yang mendalam.

Maka sejak saat itulah, RMS menjadi sosok yang selalu diincar oleh media. Masyarakat terus mencari dan ingin mengetahui perkembangan aktivitasnya. Rasa penasaran masyarakat serta media semakin menggebu gebu saat terjadi pergolakan di tubuh Partai Golkar. Syahrul Yasien Limpo, yang selama masa itu menjadi ketua DPD I Partai Golkar, beralih ke Nurdin Halid. Panggung RMS pun terus melonjak tinggi. Nurdin Halid yang telah Malang melintang di dunia politic- secure otomatis "mengajak" RMS ikut berkompetisi. Padahal, RMS merupakan sosok baru dalam dunia politik bahkan terbilang yunior dibanding Nurdin Halid, yang telah terlebih dahulu mengenyam hiruk pikuk politik.

Segala momentum demokrasi di Sulsel telah menyeret RMS ikut di dalamnya. Momentum Pilkada Takalar pun tak mau disia siakan oleh RMS. ia menjadi aktor dibalik layar atas terpilihnya Samsari Kitta - Haji De'de menumbangkan pasangan incumbent yang dimotori koalisi serta partai besar. Momentum lainnya, sebab masa ini di mana semis partai politic harus merampungkan pengurus serta kadernya hingga ke pelosok agar melewati verifikasi oleh pemerintah. Pun RMS sebagai ketua Partai otomatis melakukan road show hingga ke berbagai daerah.

Percaturan sejumlah tokoh Parpol serta bupati untuk langgeng menuju Pilgub pula menyeret nama RMS. oleh segala aktivitas RMS ke berbagai daerah, menyeretnya masuk ke wilayah Pilgub Sulsel yang sejak tahun lalu telah memanas. Apalagi sejumlah relawan untuk RMS telah terbentuk, pengelolaan tentang RMS secara massif di media sosial serta media massa, pun teriakan teriakan masyarakat "Majuki bos ku" telah menciptakan stereotif mengenai sosok RMS.

Beragam aktivitas itulah, RMS akhirnya melejit ke permukaan. Seolah telah muncul sebuah kekuatan dan kelompok baru di Sulawesi Selatan setelah selama ini dikuasai oleh klan YL dan IAS. "masa itu itu terus. cocok tommi tawwa kalau ada lagi muncul kekuatan baru", suara suara sumbang dari berbagai Warkop di Makassar. ini pun akhirnya bersahut sahutan. Teriakan #majuki bosku, #kitaRMS, #KitadiRMS, #RMS adalah Kita #yang Muda itu RMS, #Tokoh pengentasan kemiskinan dan masih banyak lagi telah lahir dari tengah tengah masyarakat.

Itu pulalah sebabnya, tak dinyana - sebuah lembaga Survey dari Jakarta yakni Poltracking mencantumkan Rusdi Masse sebagai cagub melalui Survey nya kemudian diadu dengan Nurdin Abdullah, Nurdin Halid, Ichsan Yasien Limpo, Agus Arifin Nu'mang serta Asiz Qahar. Padahal, mereka mereka ini adalah sosok yang telah lama menyiapkan diri untuk ikut bertarung sebagai cagub Sulsel. NH, adalah sosok yang baru menyatakan diri untuk ikut bertarung akan tetapi sosok NH telah menjadi legenda di Sulsel. IYL, NA pun superti itu. empat tahun terakhir semua masyarakat tau jika keduanya berniat bertarung. Apalagi Asiz Qahar. Sudah dua kali ikut sebagai peserta konstestan Pilgub Sulsel. RMS?
"kapan saya deklarasi? coba..kapankah saya pernah bilang mau maju sebagai calon gubernur atau wakil Gubernur?"tanya RMS disetiap muncul pertanyaan dari media.

Jadi jika sebuah lembaga survey menyertakan nama RMS sebagai calon gubernur Sulsel maka ini dapat dikatakan mukjizat di bulan Ramadhan bagi Rusdi Masse. Ini menandakan, lagi lagi para tokoh politik, lembaga survey serta media yang mewakili demokrasi di Sulsel, lagi lagi memanggil RMS untuk berkecimpung atau larut dalam pusaran ini.Apakah RMS akan melibatkan diri dalam pusaran Pilgub sebagai 01 atau 02? Wallahualam. hanya RMS dan Allah SWT yang tau. Dalam prinsip RMS, jika dirinya merasa yakin maka dia akan maju. Meminjam istilah Irman Yasien Limpo, Kadis Pendidikan Sulsel- RMS itu berpolitik memakai pendekatan nurani. Sehingga apapun gerakannya, hanya dia yang tau.

"Politik harus menggunakan hati nurani dan hati nurani sendiri juga harus dipolitikkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat luas dan demi keadilan bagi seluruh lapisan" YB Mangunwijaya dalam sebuah artikel Politik Hati Nurani.

Adityaputri

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close